MENGHADAPI MUSIM KEMARAU PERUMDA AIR MINUM AKAN MELAKUKAN PENGERUKAN LUMPUR
  • Demak News
  • 06 Juli 2026
  • 87 x

Bintoro news.com Demak ,Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Demak, Jawa Tengah menyispkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kualitas dan kontinuitas distribusi air bersih selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi penurunan debit air baku serta keluhan pelanggan terkait kualitas air yang kerap menjadi keruh pada musim kemarau.


Pelaksana Harian (Plh) Kepala Cabang Perumda Air Minum Kabupaten Demak, Iwan Wijanarko, mengatakan pihaknya telah melajukan pengerukan lumpur di sekitar titik pengambilan air baku guna menjaga proses pengolahan air tetap optimal.




Ia juga akan mengevaluasi penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan air. Menurut Iwan, karakteristik air baku pada musim kemarau berbeda dengan musim penghujan sehingga diperlukan penyesuaian dalam proses pengolahan agar kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar.


"Untuk mengantisipasi agar kualitas air tetap terjamin, kami akan melakukan kajian ulang terhadap pemvubuhan bahan kimia dalam proses pengolahan air," ujar Iwan di Kantor Perumda Air Minum Kabupaten Demak, Senin (6/7/2026). Ia didampingi salah satu pegawai Perumda Air Minum Demak Sidik Sugiarto.


Iwan menjelaskan, berdasarkan pengalaman pada musim kemarau sebelumnya, pelanggan yang berada di ujung jaringan distribusi merupakan kelompok yang paling berpotensi terdampak apabila terjadi penurunan debit air. Saat ini, Perumda Air Minum Kabupaten Demak memiliki delapan cabang pelayanan yang tersebar di sejumlah wilayah.


Menurutnya, wilayah yang paling rawan terdampak adalah Cabang Wedung yang melayani sekitar 13 ribu pelanggan. Cabang tersebut mengandalkan pasokan air baku dari Sungai Kumpylan yang memperoleh suplai air dari Waduk Kedung Ombo.


Sebagai langkah antisipasi, Perumda Air Minum telah menyiapkan sumber air baku cadangan dari Sungai Jajar apabila pasokan dari Kedung Ombo mengalami penurunan atau penghentian sementara.


Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pompa yang dipasang pada ponton terapung untuk menjangkau sumber air baku saat permukaan air menurun. Sistem tersebut diperkirakan mampu menopang kebutuhan air baku hingga sekitar satu bulan sebelum pasokan dialihkan ke Sungai Jajar.


Apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kondisi semakin memburuk, Perumda Air Minum akan menerapkan rekayasa jaringan distribusi melalui sistem buka-tutup aliran. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi air bersih tetap dapat menjangkau seluruh wilayah pelayanan secara bergiliran dan merata.


Selain rekayasa jaringan, Perumda Air Minum juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki apabila terjadi kondisi darurat. Penyaluran bantuan air bersih akan dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak.


Di sisi lain, Perumda Air Minum juga mengantisipasi potensi berkurangnya debit air di Sungai Jajar akibat penggunaan pompa diesel untuk kebutuhan irigasi pertanian.


Untuk itu, pihaknya telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan koordinasi lintas instansi, mengawal prosrs penggelontoran air, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menunda penggunaan pompa sawah ketika debit air sedang terbatas.