Grebeg Besar Demak Bernuasa Tradisi Religi Warisan Sunan Kalijaga Dikawal Prajurit Patang Puluhan
  • Demak News
  • 28 Mei 2026
  • 11 x

Bintoronews.com,Demak - Tradisi Grebeg Besar merupakan tradisi budaya dan religi akulturasi tahunan yang diadakan oleh masyarakat Muslim Demak untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah.


Adapun puncak acara nya untuk tahun ini pada Hari Rabu,27 Mei 2026 diwarnai dengan ritual sakral dan kirab pusaka yang pemberangkatannya dari Pendopo Kabupaten Demak ke Masjid Agung Demak,kemudian baru menuju Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak,yang disaksikan oleh ribuan penonton atau pengujung baik dari masyarakat lokal Demak maupun pengunjung dari luar kota berjajar memadati sepanjang jalan yang dilalui arak - arakan,Rabu (27/5/2026)


Sedangkan tradisi dan rangkaian acaranya yang digelar dalam prosesi jalan kaki dari Pendopo Kabupaten ke Masjid Agung Demak,baru menuju Makam Sunan Kalijaga yang serah terima abon - abon dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Pendopo Notobratan Kadilangu Demak.


"Bupati Demak,dr.Hj.Eisti'anah,S.E menyampaikan apresiasinya kepada keluarga kasepuhan Kadilangu yang telah melibatkan Pemerintah Kabupaten Demak dalam pelaksanaan tradisi budaya yang terdiri dari :

1.Iring - iringan Prajurit 40 yang artinya kirab pasukan pengawal kraton yang dikenal sebagai Prajurit Patang Puluhan.

2.Tumpeng Songo yang dimaknai,Arak -arakan sembilan tumpeng yang melambangkan Walisongo.

3.Jamasan Pusaka yaitu: Prosesi pencucian pusaka peninggalan Sunan Kalijaga yang berada Kadilangu.

4.Pasar Rakyat atau Grebeg Besar digelar di lapangan atau Zona III Taman Parkir Tembiring Jogo Indah,"tuturnya.


"Menurutnya,keberlangsungan tradisi ini menjadi bukti kuat komitmen masyarakat dalam menjaga peninggalan sejarah dan nilai budaya Islam di Kota Wali,"ungkapnya


Dalam Prosesi tersebut,penyerahan minyak jamas dari Pakubuwono XIV : KGPAA Mangkunegoro atau Gusti Purbaya,serta GKPHA Dipokusumo diterima langsung oleh sesepuh ahli waris Sunan Kalijaga HR.Muhammad Cahyo Imam Santoso.


Disamping semua itu, rangkaian perayaan Pasar Rakyat juga  berlangsung mulai 8 Mei hingga sampai 6 Juni 2026 dengan berbagai suguhan liburan anak - anak,dan hiburan umum,serta berbagai macam sovenir,kuliner dan jajanan kas Demak.


Tradisi Grebeg Besar menjadi salah satu ciri khas bagi masyarakat Demak yang mengandung nilai - nilai dan adat istiadat yang dipertahankan sampai sekarang.


Demak merupakan Kabupaten di Kawasan Pesisir Pantai Utara Jawa yang memiliki aset budaya dan peninggalan sejarah yang tidak kalah dengan daerah lain.


Demak juga memiliki tempat - tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata religi,yakni: Makam Raden Fatah atau Makam raja -raja Demak yang terletak di komplek Masjid Agung Demak,serta Makam Sunan Kalijaga yang terletak di Desa Kadilangu.


Tradisi grebeg besar telah dikenal sejak berabad - abad silam mulai dari kerajaan Islam Demak pada abad XV- XVI M atau sejak zaman Raden Fatah berlanjut ke Kerajaan Pajang dan Mataram Islam hingga masa kini.


Pada zaman tersebut,Grebeg artinya digiring atau dikumpulkan dan dikepung.Jadi Grebeg bisa berarti dikumpulkan dalam suatu tempat untuk kepentingan khusus.


Perayaan Grebeg Besar dimaksudkan sebagai tradisi penghormatan dan rasa syukur atas perjuangan para leluhur,khususnya sehubungan dengan syiar Islam yang dilakukan oleh Walisongo terutama Sunan Kalijaga.


Pada dasarnya upacara tradisi Grebeg Besar merupakan upacara penjamasan pusaka Sunan Kalijaga Kadilangu yang hanya boleh dilakukan oleh anak cucu dari Sunan Kalijaga,karena sesuai pesan agar keturunannya merawat dirinya dan pusaka yang ditinggalkan yakni: Kiai Gondil atau Kutang Ontokusuma yang berwujud ageman yang dihiaskan sebagai agama Islam.


Sedangkan Kiai Crubuk adalah keris keris pegangan santri yang dipakai Sunan Kalijaga setiap kali berdakwah.

( Adhi S )